Kamis, 08 September 2011

Rindu Menjadi Sendu

Terdiam aku dalam kesendirian..
Berteman dalam lamunan..
Hati tak lagi ada kesempatan..
Tuk bisa kembali dalam pelukan..
Kini cinta larut dalam kesedihan..
Begitu sulit untuk kubertahan..
Lewati semua rasa kepedihan..
Luka pun kurasa..
Namun.. Aku coba untuk tetap setia..
Ku yakin hanya kau belahan jiwa..
Yang selama ini berada jauh disana..
Sekian lama kau menghilang dari hadapan mata..
Ntah..
Mengapa begitu sulit untukku berjumpa..
Selalu waktu yang tak pernah bisa..
Pertemukan dua insan yang berbeda..

Mungkin aku bukanlah untukmu..
Biarlah kubawa sendiri cintaku..
Walau hati begitu terbelenggu..
Rindupun menjadi sendu..
Biar kini semua kenangan menjadi bingkisan kalbu..

Sang Mantan

Dalam sunyi kusadari..
Cintaku hanya hal kecil yang tak berarti..
Semenjak kau pergi tinggalkan aku sendiri..
Hati kosong tak ada yang menempati..
Telah lama aku disini..
Sendiri tanpa ada orang yang kucintai..

Masih kudisini menunggu..
Kau sang mantan dimasa lalu..
Namun.. Hadir dirimu ada disetiap langkahku..
Walau kini kau tak lagi ada menemani aku..
Biar kutetap mencintaimu..
Mencintaimu bahagia untukku..

Sakit perih pernah kurasa.. Mengorbankan segala perasaan didada..
Itu hanya untukmu cinta..
Kulakukan semua dengan penuh rela..
Hingga akhirnya pun kau bahagia..

Rabu, 03 Agustus 2011

Rindu

Pagi yang dingin..
Berteman sang mentari..
Rindu yang kini menjelma menjadi misteri..
Mulai merasuki hati..
Terdiam aku dalam sunyi..
Berteman bayang tentang dirimu yang menghampiri..

Hari demi hari terasa hampa..
Tanpa ada kau didepan mata..
Akankah kini semua menjelma..
Rindu yang dulu tak pernah ada..
Menjadi sebuah bahagia..

Langkah kakiku tak lagi menentu..
Mencari arah tentang dirimu..
Ditengah sinar mentari yang syahdu..
Kuciptakan syair puisi rindu..
Dan itu untukmu..

Senin, 01 Agustus 2011

Sunyi Hati

Dipagi buta yang dingin..
Ku simpan rinduku padamu..
Melalui embun pagi..
Ku lepas semua anganku tuk ingin bersamamu..
Rintik hujan gerimis basahi kepedihanku..

Sepucuk bunga nan harum..
Kau beri padaku..
Seakan kau berikan aku harapan..
Namun..
Akankah aku dapat milikimu..?
Miliki hatimu seutuhnya..

Ku berjanji bila telah saatnya nanti..
Kau berada disini..
Tak akanku menyakitimu..
Tak akanku biarkanmu bersedih dalam pelukku..
Ku begitu ingin milikimu dengan seutuhnya kasih cintaku..
Dalam sunyi hati risaukan setiap langkah kakiku..

Hari demi haripun tlah ku lalui..
Namun..
Tak jua kau ada disampingku..
Menemani setiap detak jantungku..
Yang merindukan hadirnya dirimu..
Senyum, canda, dan tawamu..
Yang mampu tenangkan kegelisahan hatiku..

Sampai Habis Waktuku

Maafkanlah aku..
Jika kau telah ku cinta..
Telah ku sayangi sepenuh hati..
Walau kau tak ku miliki..
Cintaku tak sirna terhapus perih..
Duka pun kini kian membara mengikis luka..

Namun..
Hanya kau yang selalu ku tunggu..
Walau sampai habis waktuku..
Kau kan tetap ku tunggu..
Tak bisa bila aku harus lupakanmu..
Ku selalu rindukan senyum dan tawamu..
Seperti kupu kupu yang selalu rindukan..
Bunga bunga indah ditaman yang kini tlah layu..

Ditengah gelap malam tanpa bintang..
Ku coba merangkai angan tentangmu..
Dingin hembusan angin..
Membawaku dalam kedamaian hati..
Ingin ungkapkan cinta tulus..
Namun..
Ku tak mampu lakukan..

Kau Bukan Untukku

Terdiam ku melihat tawamu..
Bahagia kini kau bersamanya..
Tak mungkin bagiku dapatkan hatimu..
Karena terlarang sudah cinta ini untuk kau miliki..
Sakit hati terasa tak bisa relakan kau dengan yang lain..

Walau kini ku masih menyimpan rasa..
Namun..
Ku tak bisa tepiskan bayang dirimu..
Kau terlalu sulit untukku gapai..
Dia memang yang pantas berada disampingmu..
Menemani setiap hari indahmu..

Kini lupakanlah aku didalam hidupmu..
Ku tau..
Kau pun menyimpan rasa padaku..
Namun.. Baiknya kini kau lupakan aku..
Dan aku pun kan melepas semua rasa ini..
Kau bukanlah untukku..