Rabu, 03 Agustus 2011

Rindu

Pagi yang dingin..
Berteman sang mentari..
Rindu yang kini menjelma menjadi misteri..
Mulai merasuki hati..
Terdiam aku dalam sunyi..
Berteman bayang tentang dirimu yang menghampiri..

Hari demi hari terasa hampa..
Tanpa ada kau didepan mata..
Akankah kini semua menjelma..
Rindu yang dulu tak pernah ada..
Menjadi sebuah bahagia..

Langkah kakiku tak lagi menentu..
Mencari arah tentang dirimu..
Ditengah sinar mentari yang syahdu..
Kuciptakan syair puisi rindu..
Dan itu untukmu..

Senin, 01 Agustus 2011

Sunyi Hati

Dipagi buta yang dingin..
Ku simpan rinduku padamu..
Melalui embun pagi..
Ku lepas semua anganku tuk ingin bersamamu..
Rintik hujan gerimis basahi kepedihanku..

Sepucuk bunga nan harum..
Kau beri padaku..
Seakan kau berikan aku harapan..
Namun..
Akankah aku dapat milikimu..?
Miliki hatimu seutuhnya..

Ku berjanji bila telah saatnya nanti..
Kau berada disini..
Tak akanku menyakitimu..
Tak akanku biarkanmu bersedih dalam pelukku..
Ku begitu ingin milikimu dengan seutuhnya kasih cintaku..
Dalam sunyi hati risaukan setiap langkah kakiku..

Hari demi haripun tlah ku lalui..
Namun..
Tak jua kau ada disampingku..
Menemani setiap detak jantungku..
Yang merindukan hadirnya dirimu..
Senyum, canda, dan tawamu..
Yang mampu tenangkan kegelisahan hatiku..

Sampai Habis Waktuku

Maafkanlah aku..
Jika kau telah ku cinta..
Telah ku sayangi sepenuh hati..
Walau kau tak ku miliki..
Cintaku tak sirna terhapus perih..
Duka pun kini kian membara mengikis luka..

Namun..
Hanya kau yang selalu ku tunggu..
Walau sampai habis waktuku..
Kau kan tetap ku tunggu..
Tak bisa bila aku harus lupakanmu..
Ku selalu rindukan senyum dan tawamu..
Seperti kupu kupu yang selalu rindukan..
Bunga bunga indah ditaman yang kini tlah layu..

Ditengah gelap malam tanpa bintang..
Ku coba merangkai angan tentangmu..
Dingin hembusan angin..
Membawaku dalam kedamaian hati..
Ingin ungkapkan cinta tulus..
Namun..
Ku tak mampu lakukan..

Kau Bukan Untukku

Terdiam ku melihat tawamu..
Bahagia kini kau bersamanya..
Tak mungkin bagiku dapatkan hatimu..
Karena terlarang sudah cinta ini untuk kau miliki..
Sakit hati terasa tak bisa relakan kau dengan yang lain..

Walau kini ku masih menyimpan rasa..
Namun..
Ku tak bisa tepiskan bayang dirimu..
Kau terlalu sulit untukku gapai..
Dia memang yang pantas berada disampingmu..
Menemani setiap hari indahmu..

Kini lupakanlah aku didalam hidupmu..
Ku tau..
Kau pun menyimpan rasa padaku..
Namun.. Baiknya kini kau lupakan aku..
Dan aku pun kan melepas semua rasa ini..
Kau bukanlah untukku..

Selasa, 21 Juni 2011

Luka Yang Kau Beri

Tak pernah ku bayangkan..
Kau 'kan sakiti aku dengan sikapmu..

Dan tak pernah ku duga..
Kau tinggalkan aku, dengan meninggalkan luka yang amat pedih..

Begitu perih..
Luka yang kau tancapkan di hatiku..
Apa salah dan dosaku padamu..
Hingga sekejam ini kau sakiti aku..

Kini yang tersisa..
Hanya perih yang ku rasa..
Kau tinggalkan ku..
Tanpa kau fikirkan perasaan ini..

Kau tak pernah tau..
Betapa hati ini mencintamu dengan tulus..

Mengapa..
Kau balas ketulusan ku dengan perih yang tiada obat..

Hati ku sungguh kecewa padamu..
Andai ku tau..
Akan akhir dari alur cinta ku seperti ini..
Lebih baik dulu ku tak pernah bertemu dan mencintamu..

Biarlah luka ini..
Menguasai hati, yang tak mungkin bisa terobati..

Tolong Aku

Ku terdiam membisu..
Hingga tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulutku..
Saat kau luluhkan hatiku, dengan kerasnya sikapmu..

Sungguh ku tak sanggup lagi..
Jalani semua ini..

Ku letih..
Harus sampai kapan ku menderita karena sikapmu..

Help me from this situation, i could no longer deal with all..

Tolong bawa aku dalam kebahagian hati yang damai..
Tanpa ada lagi pertikaian yang melukai hati..

Ku ingin lepas dari jeratan hati yang tersiksa kepedihan..